Wednesday, August 29, 2012

Kota Tua, Selamanya...

Tepat pada tanggal 24 Agustus 2012, saya merasa sangat penat berada di ruangan kantor. Sebagian orang di ruangan masih pada cuti. Dan saat itu saya memiliki keinginan untuk "kabur" sejenak dari kantor, pergi ntah kemana angin berkehendak. Saat itu saya mengajak rekan kerja di ruang saya yaitu Pak Dedy untuk menemani saya untuk "kabur". Tibalah waktu, saat itu menggunakan motor Pak Dedy, kami meluncur untuk keliling daerah Ancol. Kami berhasrat untuk masuk Ancol tetapi kami harus membayar 15 ribu hanya untuk biaya masuk motor. Daripada kami membayar 15 ribu lebih baik kami menghabiskan bensin untuk keliling daerah Ancol. Dan setelah berkeliling daerah Ancol, saya berpikir bagaimana kalau kita menghabiskan waktu di kawasan Kota Tua. Dan seketika itu juga Pak Dedy setuju. Oke kita meluncur ke kawasan Kota Tua.
Angin itu pun membawa kita menelusur menuju tempat tujuan. Pak Dedy yang sudah memiliki bayangan jalan ke sana karna masa mudanya ia menghabiskan waktu luang di kawasan ini. Saya sendiri tidak tahu sama sekali jalan ke sana dari arah Ancol. Tempat tujuan pertama kita saat itu adalah Jembatan Gantung Kota Tua. Samapai di tempat tujuan kami sudah disambut oleh beberapa orang yang mengabadikan diri mereka ke dalam kamera dengan topi khas Belanda-nya. Sampai kami tepat di tengah jembatan, Pak Dedy bertanya kepada saya, "Mau foto, Jo?". Langsung saya jawab, "boleh, Pak". Sejak itu lah kami berfoto ria, tak mau kalah dengan muda-mudi sekitar kami yang sudah dari tadi mengabadikan gambar. Banyak pasangan yang mengabadikan diri mereka baik melalui kamera DSLR ataupun kamera handphone. Berikut gambar yang bisa kami ambil dari lokasi.




Saya dan Pak Dedy pun bercerita mengenai kondisi sekitar spot ini. Setahu saya dulu lokasi ini merupakan tempat pembantaian orang-orang selama masa penjajahan kolonial Belanda, dan mayat-mayat itu dibuang ke dalam kali sekitar jembatan. Dan hotel Batavia tepat di depan kali juga memiliki "masanya" zaman dahulu. Dulu  hotel  itu sering digunakan untuk rapat, Pak Dedy juga bilang bahwa tempat ini merupakan lokasi prostitusi terhadap none-none Belanda. Dan bangunan hotel tersebut sangat terasa corak Belanda-nya.
Setelah bersuka ria, kami akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Fatahillah. Di sana orang-orang  sudah banyak berkumpul. Ada yang duduk dengan menggelar tikar, ada yang menonton berbagai pertunjukan seperti manusia batu, topeng monyet, dll. Berikut gambar yang bisa kami ambil dari lokasi kejadian ->>>>>>
Ada begitu banyak yg menyediakan banyak jajanan, sepeda ontel, kaos-kaos, dll. Ooh indahnya suasana ini, tapi waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, saatnya untuk kembali ke kantor. Dalam perjalanan pulang sejenak saya berpikir. Tahun ini saya ditempatkan di suatu instansi dimana saya akan meniti karier sampai pensiun di ibukota. Artinya selama hidup ini saya akan melewati daerah ini, Kawasan Kota Tua. Alangkah baiknya kawasan ini tetap dilestarikan mengingat pembangunan di kota Jakarata begitu menggila, sampai sedikit sekali menemukan spot untuk menikmati weekend. Ada baiknya pemerintah terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, aseeek, lebih memberikan perhatian terhadap kawasan ini mengingat kawasan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan turis asing. Semoga daerah-daerah wisata Indonesia bisa dikenal oleh khalayak ramai. Eh jadi inget #nomention. hehe. Oke sekian dulu cerita hasil pengaburan pada Jumat 24/08/2012. Ciao a tutti...

Thursday, August 9, 2012

Hope the best for season 2012/2013...

Lama sudah tidak membuka blog. ini saatnya mencurahkan isi pikiran dan hati, tssaadaaap... Kali ini gw mau post seputar bola, Sebagai seorang Romanisti, gw cukup yakin A.S. ROMA bisa sukses di tangan pelatih opa Znedek Zeman. Kira-kira bagaimana peluang A.S ROMA untuk merebut scudetto dibanding pesaing-pesaing lainnya. Dan di bagian akhir gw tampilkan jersey home away ROMA musim ini. Oke langsung saja, check this out guys (terutama pecinta Serie A)...


Musim ini kesempatan ROMA untuk melangkah lebih tinggi, melihat pesaing-pesaing ROMA kehilangan amunisi dan beberapa masalah internal. 


  1. Juve: tetap kandidat scudetto namun dengan kasus pengaturan skor yang melibatkan Conte dan berakibat dihukumnya Conte bisa mempengaruhi kinerja tim di lapangan. Sosok Conte cukup berpengaruh bagi Juve dalam meraih Scudetto musim lalu.
  2. Milan: ditinggalnya Ibra dan Silva cukup berpengaruh karena Ibra merupakan salah satu kekuatan Milan.
  3. Inter: pelatih baru dan minim pengalaman juga hengkangnya beberapa pilar utama bisa berpengaruh terhadap kekuatan tim.
  4. Napoli dan Udinese: tetep menjadi kuda hitam yang harus diwaspadai.
  5. Lazio: pelatih baru dari luar italia yg minim pengalaman agaknya sulit bisa meraih hasil seperti musim kemarin, kalau melihat Lazio seperti melihat Roma musim lalu yang kebingungan dengan konsep pelatih asing atau luar Italia.


Roma sekarang dilatih pelatih yang kenyang pengalaman di liga Italia, komposisi pemain merata dari tim utama sampai cadangan, pembelian yang tepat dan menyingkirkan pemain yang sudah mulai berkurang daya permainannya. Sudah saatnya Serigala kembali mengaum meraih hasil tertinggi di Serie A.

FORZA ROMA !!!

Nah, ini dia jersey home ROMA musim ini dengan tambahan kerah dibanding musim lalu.

Ini jersey pertama away...

Kalau ini jersey kedua away...


Oke, gw pikir sekian dulu analisis untuk persaingan Serie A musim 2012/2013. Ciao a tutti...

Monday, January 10, 2011

Pelayanan publik bandara dan maskapai penerbangan

Hai guys apa kabar??? Ternyata hampir 2 bulan saya baru ngepost lagi nih. Kali ini saya akan menceritakan dikit pengalaman saya mengenai pelayanan publik yang ada di sekitar kita terutama milik pemerintah. Dalam entri ini saya akan membahas pelayanan publik ruang tunggu terminal 1B bandara Soeta. Saat itu saya dalam perjalanan pulang ke Medan dalam liburan semester akhir September 2010. 
Berikut kondisi dalam waiting room...


Ruang tunggu bandara, tetapi suasananya seperti di ruang tunggu terminal bus. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya calon penumpang yang berada di ruang tunggu tersebut. Saking banyaknya, beberapa calon penumpang termasuk saya tak memperoleh kursi di ruang tunggu sehingga terpaksa duduk lesehan di lantai, tanpa alas.
Begitulah yang saya alami ketika menunggu pesawat yang akan membawa saya terbang ke Medan. Jadwal terbang pesawat pukul 17.30 WIB, tetapi sejak sekitar 1,5 jam sebelumnya saya sudah stand by di  ruang tunggu 1B di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta itu.
Saat saya datang, puluhan calon penumpang lain sudah terlebih dulu berada di sana. Mereka bukan hanya sesama para calon penumpang yang akan terbang satu pesawat dengan saya ke Medan; banyak juga calon-calon penumpang yang bakal terbang ke Surabaya\dan Yogyakarta. Sewaktu saya tiba, sebagian di antara para calon penumpang duduk ngelesot di lantai dan sayapun kemudian menambah banyak jumlah orang yang ngelesot. Berikut gambar yang terekam di lorong ruang tunggu 1B bandara kala itu, check this out!
                                                


Nah coba bandingkan dengan waiting room terminal 3. Tentu sangat berbeda. Sayangnya, saya sudah tidak menggunakan jasa salah satu maskapai di terminal 3 ini lagi karena sudah tidak ada rute Jakarta - Medan dan sebaliknya. Padahal begitu banyak penumpang yang akan menggunakan rute tersebut. Saya sedikit kecewa dengan maskapai yang melekat dengan kalimat "Now everyone can fly" ini. Let's see kondisi ruang tunggunya. 
                                            
                                          
Sudah begitu, jadwal keberangkatan pesawat saya tenyata molor. Para calon penumpang yang akan terbang ke Medan, baru dipersilakan meninggalkan ruang tunggu bandara untuk menuju tempat parkir pesawat, sekitar pukul 19.30 WIB. Bayangkan, saya harus menunggu delay selama 2 jam!!! Selama waktu itu saya hanya bisa mondar-mandir sepanjang lorong ruang tunggu dan menghabiskan waktu dengan wifi-an. Untung saat itu bertepatan dengan bulan puasa jadi ada snack kecil yang disediakan para pegawai bandara. Dan karena delay yang begitu lama mereka juga menyediakan makan malam dan snack malam itu. Di satu sisi pelayanan mereka baik dalam menyediakan konsumsi bagi penumpang tetapi di lain sisi mereka tak sanggup mengatasi apa penyebab problema dari penundaan penerbangan ini. Beberapa orang penumpang sudah menyatakan rasa kekecewaannya terhadap pegawai maskapai yang bersangkutan. Namun si pegawai hanya mampu mengatakan bahwa mereka mengakui memang sedang kekurangan armada pesawat. Dan pesawat yang akan kami gunakan ternyata sedang dalam perjalanan dari Manado menuju Jakarta. Bayangkan, betapa kecewanya seluruh penumpang ketika itu. Ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi maskapai bersangkutan dalam meningkatkan mutu pelayanan, jangan sampai hal-hal seperti itu sering terjadi. 
Dan saat yang dinanti pun tiba, pesawat yang akan kami tumpangi telah tiba. Namun tidak mengurangi rasa kekecewaan penumpang termasuk saya. Kemudian satu per satu calon penumpang masuk ke dalam pesawat. Makan waktu cukup lama juga mengatur seluruh penumpang. Pesawat full; sepintas saya lihat tak ada kursi kosong.
Berbicara soal pelayanan maskapai, pengalaman buruk juga terjadi saat saya terbang menuju ke Jakarta kembali. Kejadian terjadi saat pesawat telah landas di bandara. Namun ketika ingin keluar dari dalam pesawat, begitu lama menunggunya. Saya penasaran ada apa ini?? Ternyata ketika itu memang sedang hujan. Dan mobil pengangkut penumpang dari pesawat menuju ke bandara telah disediakan. Nah parahnya, saat itu cuma ada 1 mobil pengangkut dan 1 mobil lagi datang ketika penumpang telah hampir semua keluar -_-". Kita harus menunggu + 1/2 jam kala itu. Bayangkan betapa buruknya pelayanan yang diberikan. Maskapai tidak tanggap seblum pesawat akan tiba di bandara. 
Beginilah kondisi transportasi kita sekarang. Harus diakui masih jauh dari standar. Ini menjadi PR semua pihak yang bersangkutan mulai dari menteri hingga bawahannya. Keuntungan memang menjadi orientasi dari sebuah maskapai penerbangan, namun keuntungan itu seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Diharapkan kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang lagi di kemudian hari.
Sekian dulu pengalaman pribadi dari saya, sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya. Ciaaoo...